Si Ular Besi

Januari 31, 2011

Ular besi

Julukan yang kuberikan

Tubuhmu kokoh terbuat dari besi

Permadanimu terbuat dari baja

Namun kini kau mulai banyak yang rapuh

Karena sudah berusia senja

Bisamu sangat mematikan banyak nyawa manusia

Namun terkadang tidak berbisa

Tergantung dari joki yang menunggangimu

Nama-namamu sangat cantik & unik

KRL Jabotabek,

Jakarta (Kota) – Bogor jurusan yang sering kunaiki

Kelas ekonomi sebagai statusmu

Pagi maupun Sore selalu penuh sesak

Baik penumpang, asongan, pengemis & pengamen berjejal berdesakan

Dua puluh lima stasiun yang harus di lalui untuk mencapai tujuan akhir Bogor

Setiap stasiun menjadi perhentiannya kecuali stasiun berwarna hijau itu

Hanya tiga belas statsiun yang ku tempuh untuk mencapai tujuan akhirku

Ular besi-Ku

Fajar Utama Yogya,

Jakarta (Pasar Senen) – Yogyakarta (Tugu) jurusanmu

Kelas ekonomi sebagai statusmu

Asongan & pengamen sebagai teman dalam perjalanan

Enam stasiun yang di lalui

Jatinegara, Cirebon, Purwakarta, Kroya, Karanganyar, Wates

Sebagai tempat di setiap perhentiannya

Stasiun Wates yang paling berkesan & menghiburku

Adanya pengamen laki-laki yang menggunakan pakaian wanita

Melantunkan lagu yang hanya beberapa patah kata

Wer ewer ewer… begitu yang kuingat

Ular besi-Ku

Parahyangan,

Jakarta (Gambir) – Bandung jurusanmu

Kelas bisnis yang sering kupilih

Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi

Tempat di setiap perhentiannya

Gunung, sawah, rumah bergaya pedesaan & jembatan baja yang kokoh

Merupakan pemandangan yang indah sebagai teman perjalanan

Di suguhkan dengan sangat apik oleh Sang Pencipta

Ular besi-Ku

Mutiara Selatan,

Bandung – Surabaya (Gubeng) jurusanmu

Kelas bisnis sebagai pilihanku

Layaknya Fajar Utama Yogya, asongan menjadi teman perjalananmu

Dengan melintasi jalur Selatan yang belum pernah ku lewati

Lima belas stasiun di lalui

Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kroya, Karanganyar, Kebumen, Tugu Yogyakarta,

Solo Balapan, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Wonokromo

Sebagai tempat perhentiannya

Dua belas jam lebih kulalui dengan hati senang & gembira bersama sabahat lama

Ular besi-Ku

Mutiara Timur,

Surabaya (Gubeng) – Banyuwangi jurusanmu

Kelas bisnis yang kupiliih

Sebelas stasiun yang di lalui

Sidoarjo, Bangil, Probolinggo, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru,

Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Krenceng

Sebagai tempat perhentiannya

Stacker listrik di setiap bangku menjadi nilai tambahmu

Ular besi-Ku

Argo Wilis,

Surabaya (Gubeng) – Bandung jurusanmu

Eksekutif kelas sebagai statusmu

Sembilan stasiun yang di lalui

Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan, Tugu Yogyakarta, Kutoarjo,

Karanganyar, Banjar, Tasikmalaya

Sebagai tempat di setiap perhentiannya

AC, televisi, bantal, stacker listrik & tempat duduk yang nyaman fasilitas yang di dapat

Hanya kalangan yang berkantung tebal yang mampu menyewanya

Anak kecil asal Madura yang sangat jahil & nyaring suaranya

Kenangan yang menghibur sekaligus mengesalkan untukku

Ular besi-Ku

Kuharap kau semakin berjaya & tepat waktu

Ular besi-ku

Setiap stasiun menjadi perhentianmu keculai stasiun berwarna hijau itu
Iklan

One Response to “Si Ular Besi”

  1. goyadalom Says:

    ACI (Aku Cinta Indonesia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s