Mie Instant

Januari 27, 2011

Mmmmm…. Sluuuuuuurp….. Yummmy…..

Yup Mie Instant, siapa yang nggak kenal sama makanan yang satu ini pasti bo’ong banget kalau ada yang bilang nggak tahu nie makanan. Makanan ini di sukai/ di gemari oleh banyak kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa/orangtua bahkan di luar negeri udah terkenal dan yang udah ngerasain malah ketagihan kalo ane gak salah ya kalo salah mohon di maafkan.

Ini menu favorit saya, apalagi ketika saya jadi anak kos. Menu andalan banget kudu & wajib ada di lemari sebagai persediaan makanan di kala uang udah pas-pasan alias bokek (belum dapat jatah dari ortu/abang) hahaha… Jadi mengenang masa-masa kuliah dulu nih, oke back to the past. Semasa kuliah di D3 dulu saya lebih banyak makan mei instant di banding makan nasi. Kalo makan nasi bisa di hitung paling dalam seminggu dua atau tiga kali lah sisanya makan mie.

Alhamdulillah, saya bisa merasakan yang namanya jadi anak kos karena bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri nggak selalu tergantung sama keluarga ya waulupun dalam hal materi sih masih minta namanya juga anak kos yang belum bekerja masih menimba ilmu. Waktu pertama-tama ngekos masih rada takut sih tapi kesininya jadi keenkaan karena yang punya kosan (induk semang) overprotected banget berasa kayak di rumah maklum udah pada Kakek-Kakek & Nenek-Nenek, makasih ya Ibu & Bapak Handono yang udah menjaga kami semua sampai kami lulus. Paling kasihan tuh kalo ada teman kosan yang bawa teman cowok yang memang niatnya belajar sambil mereka belajar ada yang mengawasi mereka dari balik jendela kalo nggak Bapak pasti Ibu yang mengawasi, duh teman kasihannya kalian. Saya sih mendukung dengan cara yang mereka lakukan lebih terkontrol jadinya walau memang mungkin menurut kalian agak kuno banget. Ya itu di karenakan kita anak teknik & rata-rata temannya kebanyakan cowok, di kosan sih fifty fifty antara jurusan rekayasa & niaga tapi tetap kompak lah, miss that moments & miss all of u girls. Satu hal lagi yang menurut kami semua sangat unik tapi juga menjengkelkan yakni di pintu gerbang kedua sebelum keluar gerbang utama tepatnya di sebelah kamar Bibi di taruh buku segede gaban (buku tukang kredit tuh) sebagai buku catatan/buku absensi anak-anak kosan yang pulang ke rumah biar lebih terkontrol katanya. Jadi sebelum kami pulang harus mengisi buku tersebut, jika memang benar pulang maka tidak masalah lain lagi kalo ada ortu yang nanya kok anak mereka blum sampai rumah ya minggu ini full menginap di kosan tapi ternyata tidak ada. Nah ini baru masalah pasti kami semua di tanyakan untuk menanyakan keberadaan teman kami ini atau mereka minta nomor handphone teman kami untuk memastikan keberadaannya this is one kind of  the bad condition weeeew. Jadi beleber kemana-mana ceritanya, maaf sedikit intro aja.

By the way, jadi anak kos itu harus super duper kreatif apalagi dalam menghemat uang & menjaga pengeluaran. Kalo masalah cara buat mie instant di kosan & kebetulan dapurnya ada di lantai satu kayak saya kan malas tuh turun naik tangga, gampang aja  yang dibutuhin cuma Heater (itu teko listrik pemanas air). Berikut cara pembuatan mie instannya, monggo di baca, di simak & di catat kalo perlu.

*) Mie goreng/mie rebus (-telur)  :

Isi heater dengan air secukupnya sampai melebihi besi yang ada di dalam teko, lalu tunggu air mendidih terus masukkan mie ke dalamnya. Tunggu beberapa menit sampai mie matang, lalu angkat & campur dengan bumbu-bumbunya.

*) Mie goreng/mie rebus (+telur) :

Isi heater dengan air secukupnya sampai melebihhi besi yang ada di dalam teko, lalu tunggu air mendidih terus masukkan telur dalamnya (hati-hati jangan sampai telur mengenai besi di dalam teko karena susah membersihkannya plus bau amis nantinya). Tunggu telur matang baru masukkan mie, setelah telur & mie matang lalu angkat & campur dengan bumbu-bumbunya. Selamat mencoba 😀

Satu hal yang jadi pertimbangan untuk pemakaian heater ini. Karena power (tenaga listrik) yang digunakan lumayan besar maka disarankan pemakaiannya pada saat-saat tertentu aja, misalkan kosan sedang sepi aktifitas jadi nggak ketahuan sama induk semang kalo kita bawa heater soalnya di kosan saya tiap bawa alat apa pun itu dikenakan tarif lagi kecuali charger handphone & alat solder ya itu nggak kena cash. Tips-tips diatas agak nggak benar mending jangan di ikutin cukup tahu aja hehehe…

CaKi (Catatan Kecil) :

Untuk para Mahasisawa/i baik yang ngekos atau tidak selamat berjuang guys 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s